Tidak Sulit, Artikel Ini Bikin Lamaran Kamu dilirik HRD!

Diperbaharui : September 16, 2021

Dalam artikel ini

Hi, Girls!

Waktu berlalu, umur bertambah, namun rasanya keadaan masih seperti sebelumnya, yang berubah cuma gaya hidup, diikuti dengan tanggungjawab. Oh iya, jangan lupa juga pengeluaran. Sudah coba merendahkan standar dan kebutuhan hidup, tetap pemasukan segitu-segitu saja. Pingin usaha? Modal belum ada. Otomatis harus kumpulin modal, atau pinjam modal. Pinjam modal, kemudian dirasa terlalu beresiko. Pilihan terakhir adalah mengumpulkan modal melalui kerja. Namun, lagi, kamu menyadari bahwa belum punya kerja, dan belum punya pengalaman. Terbukti dari ratusan lamaran yang kamu kirim ke perusahaan start up hingga unicorn, dari posisi A sampai posisi Z. Tanya sana-sini, belum juga tembus.

Mulai lihat-lihat sekeliling sat set sat set, eh, kok pencapaian kerabat sendiri dirasa-rasa gampang banget, yah? Ada yang sudah dapat kerja, on the way buka cabang bisnis baru, dan masih banyak hal lain yang buat kamu mau menyerah saja, karena merasa terlalu banyak saingan dan merasa incapable. “Sebenarnya apa, sih, yang salah? Apa aku memang ditakdirkan untuk begini-begini saja? Apa aku tidak punya kesempatan untuk maju?” Hm, tenang saja. Jangan overthinking dulu, Girls, karena GirlsUnite sudah merangkum beberapa hal yang akan menunjang peluang kamu untuk segera dilirik oleh HRD!

Sesuaikan Curriculum Vitae dengan Perusahaan yang akan Kamu Tuju

Perusahaan-perusahaan besar kini sudah beralih ke sistem Applicant Tracking System (ATS) untuk menyortir lamaran mana saja yang sesuai dan masuk ke dalam kriteria yang dicari perusahaan, karena jelas, tidak sedikit pelamar yang mendaftar sehingga tim HRD membutuhkan tools untuk mempermudah pekerjaan mereka. Jadi, di sana lamaranmu tidak diperiksa oleh HRD secara langsung, melainkan oleh sistem ATS. Berbeda dengan perusahaan rintisan bertumbuh yang cenderung HRD berada di pihak pertama dalam menilai Curriculum Vitae-mu. Tidak masalah dimanapun kamu melamar, kamu perlu menyesuaikan bentuk Curriculum Vitae-mu dengan posisi, dan perusahaan yang akan kamu datangi.

Jika kamu melamar ke perusahaan yang baru berkembang di bidang kreatif, kamu boleh memasukkan Curriculum Vitae dengan desain kreatif semi-formal yang disesuaikan, jika bukan kreatif, sebaiknya kamu menggunakan Curriculum Vitae formal. Sebaliknya, jika perusahaan yang kamu lamar adalah perusahaan besar, peluang HRD merekrut menggunakan ATS lebih besar, terlepas dari apa posisi pekerjaan yang kamu inginkan.

Untuk Curriculum Vitae ATS friendly, kamu bisa gunakan format CV APA Style demi memastikan lamaranmu terbaca sistem dengan baik. APA format CV adalah format yang direkomendasikan untuk dipakai untuk kamu yang fresh graduate maupun yang sudah berpengalaman, karena competency based. Terdapat 6 struktur komponen dalam APA format CV ATS ini, yakni.

  1. Biodata, berisi nama, alamat, nomor telepon, alamat email, LinkedIn, akun sosial media profesional, atau link portofolio, dan foto (menyesuaikan perusahaan). CV adalah mengenai objektivitas, jika tidak diminta mencantumkan foto, lebih baik tidak dicantumkan.
  2. Tentang Saya, berisi keseluruhan terkait diri kamu dalam versi singkat, dan padat.
  3. Kemampuan dan Kompetensi, berisi pengalaman atau skill yang dimiliki selama menempuh pendidikan, atau bekerja, merujuk pada hardskill.
  4. Pengalaman Kerja, berisi nama perusahaan, alamat perusahaan, posisi yang ditempati (jangka waktu bekerja), kemudian tugas dan tanggung jawab. Hal ini termasuk juga pengalaman internship, Praktik Kerja Lapangan, atau organisasi. Jangan menggunakan energy bar, atau rentang angka untuk ini, ya, Girls, seperti Bahasa Inggris (100%), atau Microsoft Power Point (☆☆☆☆☆).
  5. Pendidikan, berisi nama instansi, jurusan, dan pengalaman seperti lomba, olimpiade, dan hal-hal terkait. Cukup hanya mencantumkan dua pendidikan terakhir ya, Girls.
  6. Penghargaan, berisi penghargaan atau achievement selama pekerjaan (opsional).
  7. Referensi Kontak, berisi kontak pihak-pihak yang bisa menjadi pendukung HRD dalam menemukan informasi terkait kinerjamu sebelumnya, semisal, kontak HRD di perusahaan sebelumnya, dosen di universitas yang pernah bekerja sama denganmu sewaktu membuat karya tulis ilmiah, dan lain sebagainya, dengan catatan bahwa pihak tersebut berkenan.
    *Gunakan jenis font standar seperti Arial, Helvetica, Times New Roman dengan ukuran 11, begitupun dengan CV ATS. Mencari informasi dan update terkait ini juga sebuah kewaijban*

Di lain sisi, jika kamu berniat untuk melamar ke perusahaan kreatif dengan desain semi-formal, kamu tinggal menyesuaikan dengan data yang sudah kamu buat pada CV ATS friendly, Girls. Jadi, sat set sat set, salin tempel saja. Hanya berbeda di bagian desain. Meski begitu, tetap ada poin penting yang perlu kamu perhatikan di sini.

  • Memakai font yang tidak aneh-aneh dan jelas terbaca.
  • Membuat highlight untuk poin-poin yang menurut kamu penting untuk dibaca oleh HRD
  • Mencantumkan foto yang rapih, sopan, namun tetap terkesan ramah, kecuali jika diminta oleh perusahaan untuk mencantumkan pas foto.
  • Konsistensi bahasa yang digunakan, jika sedari awal kamu sudah memakai bahasa Inggris, sampai akhir gunakan bahasa Inggris.
  • Jika kamu mencantumkan skills (hard atau soft), kamu hanya disarankan mencantumkan skills yang bisa dibuktikan dan objektif. Semisal, pada soft skills, kamu sebaiknya mencantumkan keterampilan abstrak, bukan sifat kamu, seperti kemampuan negosiasi, komunikasi interpersonal, dan lain sebagainya.
  • Pada kolom pengalaman kerja, urutkan dari yang terbaru ke yang terlama. Pastikan bahwa hal tersebut memiliki korelasi dengan posisi yang kamu lamar.
  • Jangan memberikan data pribadimu terlalu banyak. Girls, meski saat ini kamu sangat antusias untuk pekerjaan baru, ada baiknya untuk tetap teliti dan kritis mengenai perusahaan yang akan kamu lamar, dan melakukan riset perusahaan. Perusahaan yang baik, tidak akan meminta data pribadi yang tidak mendukung proses seleksi karyawan, seperti meminta Nomor Induk Kependudukan (NIK), NPWP, selfie dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan hal-hal sejenis, karena berkas ini sangat riskan kalau sampai beredar dan disalahgunakan. Selain hal-hal di atas, ada juga hal-hal lain yang tidak disarankan untuk dimasukkan ke dalam CV-mu, seperti, agama, motto hidup, hobi, dan hal-hal sejenis yang tidak objektif dan tidak terkait dengan kriteria yang dicari perusahaan.

Resume ≠ CV

Tidak semua orang bisa membedakan CV dan Resume, loh, Girls, karena pada dasarnya memang keduanya mirip. Hal yang membedakan keduanya adalah beberapa komposisi informasi yang tersedia di dalamnya.

  • CV cenderung dibatasi hanya sampai dua halaman, sedangkan Resume hanya satu halaman.
  • Informasi dan kualifikasi yang sudah kamu tuliskan dalam CV cenderung lebih mendetail, dan dalam jangka waktu yang lebih panjang, seperti 10 – 15 tahun terakhir. Sementara Resume terbatas pada pengalaman dan kualifikasi yang terkait dengan kamu dalam jangka waktu yang lebih singkat, misal 5 tahun terakhir, dan disesuaikan dengan posisi yang akan kamu lamar.
  • Posisi dan perusahaan yang kamu lamar akan menentukan desain font, lay-out, warna, dan komponen lainnya yang kamu cantumkan, Girls.

Membuat Surat Lamaran (Cover Letter)

Ini dia hal terakhir yang perlu kamu perhatikan sebelum kamu mengirimkan berkas lamaran kamu ke perusahaan impian kamu, Girls! Perekrutan terkini sudah beralih ke online, begitupun dengan pengiriman berkas. Rata-rata, perusahaan akan meminta kamu untuk mengirimkan berkas lamaran melalui email, atau melalui formulir rekrutmen yang mencakup semua berkasmu. Untuk Surat Lamaran atau Cover Letter yang kamu kirim secara online, bisa diletakkan pada body email, namun jika melalui formulir rekrutmen, maka kamu bisa menjadikannya sebuah berkas PDF (disesuaikan). Ketika Surat Lamaran atau Cover Letter kamu kirim melalui e-mail, maka Surat Lamaran tersebut akan menjadi satu-satunya faktor penentu apakah HRD akan tertarik lebih lanjut dengan kamu, atau tidak. Kemudian, bagaimana struktur Surat Lamaran atau Cover Letter yang disarankan?

  1. Salam sapaan atau salam pembuka
  2. Perkenalkan diri
  3. Sebutkan posisi pekerjaan yang ingin kamu lamar
  4. Tunjukkan bahwa kamu punya keterampilan yang relevan di sana
  5. Tunjukkan antusiasme dalam melamar pekerjaan tersebut dengan tidak berlebihan
  6. Ucapkan terima kasih

Selain struktur di atas, ada poin-poin penting lainnya yang menunjang HRD untuk tertarik lebih lanjut dengan kamu, di antaranya.

  • Isi Surat Lamaran atau Cover Letter yang tidak terlalu panjang, padat. Disarankan hanya satu halaman atau kurang saja
  • Jangan pakai Surat Lamaran atau Cover Letter dengan format dan isi yang sama ke semua perusahaan
  • Perhatikan typo dan tanda baca dalam surat lamaran sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)

Gimana, Girls? Dengan artikel ini, GirlsUnite yakin kalau kamu soon akan menerima kabar baik dari perusahaan impian kamu untuk lanjut ke tahap interview. Jangan berhenti mencoba, dan tetap semangat! See you on the next article!

Share artikel

0 0 votes
Rate this article
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Baca artikel lainnya

Beragam insight dan tips untuk meningkatkan pengetahuanmu